Skip to main content

Putra Soegama Group

Karena AI Sektor Properti Lebih Cerah Di Tahun 2025!

Tangerang Selatan , 10 Maret 2025

Tipe Aleena - Asanna Village

Sudah memasuki tahun 2025, sektor properti di Indonesia diramal akan terus naik walaupun ada beberapa tantangan yang mencuat. Beberapa faktor pemicunya adalah sektor hunian dan bangunan yang ramah lingkungan atau green property.

Knight Frank Indonesia melakukan survey kepada para pelaku properti untuk melihat bagaimana refleksi dan prediksi terhadap sektor properti di tengah tantangan yang masih berlanjut. Dan servei tersebut tertera dalam Property Outlook 2025.

Blossom Park residence

Dan dalam survey tersebut ada beberapa hal yang diprediksi yang mendorong pertumbuhan properti tahun ini. Dan ini informasinya.

  • Sektor Hunian Sektor hunian masih menjadi sektor utama yang mendorong pertumbuhan properti nasional. Ragam kebutuhan hunian menjadi penggerak transaksi, dari hunian kelompok menengah, asrama atau hunian di sekitar perguruan tinggi, tumbuhnya co-living di area perkotaan menjadikan investasi di sektor hunian tetap menarik, dan diperkirakan akan terus tumbuh secara positif di tahun ini meski di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
Naira Residence 2 Lake View
  • Green Property Sektor ini akan mempengaruhi pengembangan property di masa depan. Menurut Director ESG Knight Frank Asia-pasific dan Singapore Jackie Cheung, Green property atau bangunan ramah lingkungan akan menjadi pusat perhatian dalam pengembangan real estate di Asia.
  • Sektor Pariwisata, Hiburan, dan Properti Ketiga sektor itu akan terus tumbuh saing melengkapi. Seperti vila dekat tempat wisata. Fasilitas tersebut menawarkan hunian yang dekat dengan tempat wisata, jika ada tempat hiburan sehingga para pengunjung bisa berinteraksi dengan mudah dan nyaman.
Naira Residence 2 Lake View
  • Penggunaan AI Walaupun masih dalam tahap awal, AI (artificial intelligence) diperkirakan akan memiliki efek yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan properti. Sebanyak 53% pelaku properti bisa berpendapat AI bisa memberikan dampak terhadap pertumbuhan properti di Indonesia.
Tipe Como - Naira Residence 2 Lake View

Di sisi lain, ada juga beberapa tantangan yang dapat menghambat pertumbuhan property tahun ini. Beberapa isu, seperti pelemahan beli segmen menengah, tingginya harga tanah, dan kenaikan suku bunga diprediksi akan menjadi tantangan yang dihadapi dalam pertumbuhan sektor properti di tahun 2025.

Meski demikian, Para pelaku properti masih optimis sektor ini tetap tumbuh. Bahkan Sebagian besar masih percaya harga properti tetap akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Program pemerintah yang diharapkan memberi dampak signifikan terhadap sektor properti, diantaranya adalan PPN DTP & Free BPHTB, dan pengembangan infrastruktur.

Sementara itu, terkait IKN, Sebagian besar pelaku properti atau 57% responden menyatakan tidak yakin, atau belum pasti terkait keberlanjutan investasi dan Pembangunan di IKN.

Maka dari itu moment saat ini sangat tepat untuk mempunyai rumah kekinian dari projek Putra Soegama Group, yang memiliki beberapa projek di area Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi. Dan sangat tepat juga untuk para kaum muda untuk investasi di sebuah rumah.

Sumber:detik.com